Home Schooling

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Islam menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat penting dan strategis dalam pembentukan generasi. Pembentukan ini bukan bersifat instans (sekali jadi), melainkan harus melalui proses. Disadari bahwa pendidikan merupakan proses dari suatu aktivitas yang punya landasan dasar, serta tujuan yanng terarah secara jelas. Prosesnya berlangsung secara bertahap, berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Sejalan dengan tujuannya, maka pendidikan Islam diarahkan pada upaya sadar dengan mengacu kepada hakikat penciptaan manusia, yakni agar menjadi pengabdi Allah yang setia (QS. Az-Zaariyat: 56). Dengan menggunakan pendekatan ini, maka Islam menempatkan peran kedua orang tua (Ibu-Bapak) sebagai faktor penentu. Sabda Rasulullah SAW:

“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtunyalah yang menjadikan ia seorang Nasrani, Yahudi, atau Majusi.” (Mohammad al-Toumy al-Syaibani, 1987: 141)

Menurut Murtadha Muthahhari, esensi fitrah adalah “tauhid,” yakni ketundukan kepada Sang Pencipta.

DAlam proses pendidikan ini pula, maka Islam meletakkan peran orang tua di jajaran kewajiban agama. Ibudan Bapak adalah pendidik kodrati. Kealpaan dalam menjalnkan peran ini akan berpengaruh besar, hingga menyentuh masalah akidah (keyakinan). Demikian pentingnya fungsi an peran kedua orang tua, hingga Islam mengusung tema pendidikan kkeluarga sebagai “home schooling.” Peletak dasar pendidikannya.

Di rangkaian konsep “home scholing” Bapak difungsikan sebagai pemimpin dan kepala keluarga, dan Ibu sebagai “sekolah ummat” (madrasat al-Ummat). Ibu dinilai palig besar pengaruhnya dalam pembentukan generasi umat. Alokasi waktu Ibu dalam hubungan dengan anak-anak mereka cukup panjang. Terhitung sejak lahir (bayi) hingga ke usia lima tahun (balita = usia TK), Ibu punya alokasi waktu sekitar 43.800 jam.

Demikian besar pengaruhnya pendidikan keluarga ini sampai-sampai Gilbert Highest menyatakan bahwa, sekitar 90% dari sikap dan perilaku seseorang terbentuk oleh kebiasaan dalam kehidupan keluarga. Kebiasaan yang prosesnya terbentuk sejak dari bangun tidur, hingga kembali ke tempat tidur. Peran ini pula yang akhir-akhir ini mulai “terlupakan” oleh penyusun dan pengambil kebijaksanaan pendidikan di negeri tercinta.

Dalam dunia pendidikan di Nusantara, pemuliaan Ramadhan sebagai bulan suci, sudah berlangsung berabad-abad. Sudah sejak dari berdirinya Kesultanan Islam di berbagai daerah di kawasan kepulauan Nusantara ini. Semasa itu, selama Ramadhan aktivitas pendidikan formal di non-aktifkan. Kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren diliburkan. Para santri pulang kampung dan melaksanakan ibadah puasa bersama keluarga.

Selama penjajahan kolonial Belanda, tradisi “Libu Puasa” terus berlanjut. Demikian pula semasa awal-awal Pemerintahan Republik Indonesia, hingga tahun 1970-an. Kini “libur Ramadhan” sudah terhapus dari kalender sistem pendidikan nasional. Masyarakat Muslim Nusantara jadi kehilangan kesempatan untuk menempatkan Ramadhan sebagai bulan mulia seutuhnya. Khususnya dalam kaitan dengan kewajiban agama yag diamanatkan kepada kedua orang tua.

Acuan pendidikan keluarga dalam konsep Islam adalah sabda Rasulullah SAW

Didiklah anak-anakmu pada usia tujuh tahun pertama (0-7 tahun) dengan belajar sambil bermain. Kemudian didiklah mereka dengan disiplin pada tujuh tahun kedua (8-15 tahun), dan perlakukanlah mereka sebagai sahabat pada tujuh tahun ketiga (16-23 tahun). Lalu setelah itu baru lepaskan mereka untuk mandiri.” (Muhammad Munir Mursyi: 1979)

Di rentang masa 23 tahun, proses home schooling berlangsung, guna membentuk karakter generasi muda. Kini semuanya “terlenyapkan.” Teriakan “gerakan pembentukan karakter” sudah terlambat. (*)

Sumatera Ekspres, Rabu, 25 Juli 2012

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: