Pusat Latihan

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Allah SWT menciptakan manusia atas fitrah (QS. Ar-Ruum: 30)

Fitra htauhid ini dikenal sebagai fitrah majbulah (fitrah kodrati), yakni ketundukan kepada Sang Maha Pencipta. Agar sikap tunduk (tauhid) ini tidak salah lakon atau menyimpang, Allah SWT menurunkan para utusan-Nya. Para utusan (Rasul Allah) ini membawa risalah ke-Rasulan, yakni ajaran Allah untuk disampaikan kepada manusia. Risalah ke-Rasulan ini disebut fitrah munazzalah (fitrah yang diturunkan).

Islam disebut agama fitrah, karena nilai-nilai ajarannya sejalan dengan tuntuunan fitrah dimaksud. Semua dapat dicermati dari tujuan yang terangkai dalam rukun Islam. Syahadatain ditujukan untuk membebaskan diri muslim dari keterikatan kepada apapun selain dari Allah SWT. Selanjutnya ibadah shalat, ditekankan pada pembebasan diri dari perilaku “keji dan munkar.”

Lalu ibadah puasa, esensinya adalah “pengendalian diri” yang tujuan akhirnya adalah “untuk memperoleh takwa” (M Quraish Shihab, 1992:307). Ibadah zakat, untuk membersihkan dan menumbuhkann harta kekayaan. Kemudian ibadah haji adalah untuk pengenalan diri.

Ke semua tujuan itu terangkai, menyatu dialur yang sama, yakni mematuhi sepenuhnya perintah Allah dalam wujud pengabdian tunggal kepada-Nya. Sesuai dengan hakikat penciptaan manusia itu sendiri (QS. Az-Zaariyat: 56). Tujuan akhir ini mungkin dicapai melalui tujuan-tujuan perantara sebagai pentahapan. Salah satu di antaranya, melalui puasa yang tujuannya adalah

“agar kamu bertakwa (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu (QS. Al-baqarah: 183-184)

Materi ibadah puasa ini terbangun dari dua rukun utama. Pertama, menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Kedua, niat. Niat yang semata-mata didasarkan keimanan kepada Allah SWT. Atas dasar komitmen imani ini, dirinya akan “terbersihkan,” sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ingin memperoleh pahala, maka dosa-dosanya yang telah berlalu diampuni.” (HR. Bukhari)

Proses pembersihan diri ini membuka peluang kepada pelaku ibaadah puasa untuk mencapai derajat kepribadian yang bertakwa.

Pembentukan kepribadian yang bertakwa punya persyaratan khusus. Olehnya yang diikutsertakan sebagai peserta resmi, hanyalah mereka yang terseleksi, yakni “orang-orang yang beriman.” Jadi bukan sembarang orang bisa ikut serta. Kalaupun ada yang mau coba-coba “nyelonong,” maka statusnya tak lebih dari “peserta dadakan.” Sama sekali “tidak terdaftar.” Hasilnyapun, jelas bakal menyecewakan.

Sesuai dengan tujuan yang telah ditargetkan, hasil akhir ibadah puasa adalah “agar bertakwa.” Adapun indikator dari takwa itu sendiri sebagai yang diinformasikan Al-Qur’an adalah:

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Orang-orang yang bertakwa (muttaqien) disebut sebagai orang-orang yang berbuat kebajikan (muhsinin). mereka ini adalah:

orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya, sedangkan mereka mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 135)

Penjelasan Ayat Suci di atas melukiskan ciri-ciri kepribadian “dambaan manusia dari zaman ke zaman.” Sosok kepribadian yang memang dibutuhkan dalam menyukseskan setiap aktivitas pembangunan, kapan dan dimanapun. Oleh karena itu sejatinya ummat Islam mampu meningkatkan fungsi bulan Ramadhan ini dari bulan ibadah semata, ke fungsi bulan sebagai “pusat latihan spiritual.” (*/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Juli 2012

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: