Bulan Istimewa

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Ramadhan memang pantas menyandang sebutan “bulan istimewa.” Bulan ini memang berbeda dengan kesebelas bulan lainnya. Bulan Ramadhan menyatukan empat dari lima rukun Islam. Empat serangkai, yakni syahadatain, shalat, puasa, dan zakat, terkumpul dalam bulan ini.

Dengan demikian selama bulan Ramadhan, para shaimin (mereka yang berpuasa), juga tetap menunaikan kewajiban shalat. Selain itu, ada kewajiban berdzakat bagi yang mampu. Dzakat adalah hak Allah yang diberikan oleh seseorang (yang kaya) kepada orang-orang fakir. Harta itu disebut dengan dzakat karena di dalamnya terkandung penyucian jiwa, pengembangannya dengan kebaikan-kebaikan, dan harapan untuk mendapatkan berkah (Sayyid Sabiq 2: 41). Firman Allah SWT:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan do’akan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Shalat, puasa, dan zakat menempati posisi sebagai ibadah “three in one” selama Ramadhan. Tiga ibadah berkumpul bersama, memadati aktivitas ibadah Ramadhan. Dengan demikian, selama Ramadhan para shaimin (mereka yang berpuasa) diberi peluang untuk menunaikan tiga ibadah wajib sekaligus. “Sekali mendayung tiga pulau terlampaui,” kata peribahasa Melayu. Sungguh sebuah peluang yang langkah. Hanya terjadi dalam setahun.

Lebih dari itu, Ramadhan juga adalah bulan pengampunan. Di bulan ini Allah SWT menyediakan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang menunaikan ibadah ini atas dasar keimanan dan keikhlasan. Berpuasa hanya kerana Allah SWT. Bukan karena alasan yang lain. Rasulullah SAW menyatakan:

“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ingin memperoleh pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni,” (HR. Bukhari)

Kitab suci Al-Qur’an juga diturunkan pada bulan Ramadhan. Pada suatu malam yang umumnya dikenal sebagai “lailat al-Qadar” (baca: Lailatul Qadar, red). Malam yang oleh Al-Qur’an dinyatakan sebagai “lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3)

Sumatera Ekspres, Senin, 23 Juli 2012

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: