Minasy Sya’ban Ila Ramadhan

Minasy Sya’ban Ila Ramadhan

Ir M Sudirman, M.Si
Pengurus MES (Masyarakat Ekonomi Syariah)

“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad, Baihaqi dan Ibnu Majah)

RAMADHAN adalah bulan ketaatan. Ramadhan adalah bulan bukti penghambaan seorang abdi (hamba) kepada-Nya. Ramadhan juga adalah bulan penuh rahmah dan maghfirah dari Allah SWT. Sudah semestinya di bulan-bulan menjelang Ramadhan ini, kegembiraan dan sukacita mewarnai hari-hari kita. Menjadi semangat yang memompa setiap aktivitas agar bermuara pada pengabdian yang murni kepada-Nya.

“Barangsiapa yang merasa gembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka.” (Al-Hadits)

Rasulullah SAW selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabat setiap kali datang bulan Ramadhan.

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah SWT membuka pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Dalam sebuah riwayat lain disebutkan ketika Ramadhan datang menjelang, Rasulullah SAW menyambutnya dengan ucapan, “Marhaban bil muthahhir (selamat datang wahai pembersih).”

Sahabat yang mendengar lantas bertanya, “Wamal muthahhiru ya Rasu-lullah? (siapakah yang dimaksud pembersih itu ya Rasulullah?).” Rasulullah SAW menjawab: “Al-muthahhiru syahru ramadhana yuthahhiruna min dzunubi wal ma’ashiy (pembersih itu adalah Ramadhan, dia membersihkan kita dari dosa dan maksiat).”

Ramadhan merupakan sebuah kata mabni pada fathah, yang harus dibaca ramadhana, bukan ramadhanu atau ramadhani. Kata Ramadhan berasal dari kata al-ramdhu yang artinya saat matahari terik sekali. Ramadhan artinya membakar sesuatu.

Kebiasaan Rasulullah SAW dengan memperbanyak shaum harus kita hidupkan. Selain mendapatkan berbagai keutamaan bagi yang mengerjakannya, ternyata dengan memperbanyak shaum juga menyehatkan. Shaum pada bulan suci Ramadhan dan bulan-bulan lainnya sangat berpengaruh terhadap kesehatan jasmani, ruhani dan sosial. Menurut pendapat sejumlah ahli kesehatan, shaum dapat memberikan berbagai manfaat bagi yang melaksanakannya. Antara lain untuk ketenangan jiwa, mengatasi stres, meningkatkan daya tahan tubuh serta memelihara kesehatan, kecantikan dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Saat shaum, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Shaum berfungsi sebagai detoksifikasi (penetral racun) untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan menggantinya dengan yang baru. Shaum juga dapat memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Shaum dapat membuat kulit menjadi segar, lembut dan berseri-seri karena setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Tubuh akan menggunakan energi cadangan saat kita melakukan shaum. Penggunaan energi cadangan ini menyebabkan racun-racun terbuang dan sel-sel tubuh dibersihkan. Selain itu, di bagian pencernaan terjadi juga pengeluaran racun karena alat-alat pencernaan beristirahat sehingga dapat membersihkan diri. Termasuk usus besar yang merupakan pusat kotoran.

Shaum dapat membantu meningkatkan penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumi. Dalam saluran pencernaan, sebelum makanan diserap harus mengalami proses perubahan terlebih dahulu dari bentuk padat menjadi komponen-komponen yang sangat halus.

Saat shaum, saluran pencernaan beristirahat selama beberapa jam. Dengan diistirahatkannya saluran pencernaan akan menjadi lebih baik dalam memproses dan menyerap makanan yang dikonsumsi sehingga lebih bertenaga, sehat dan kuat. (Swadaya 95-Juli 2010).

Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Renungan-renungan Sufitik, salah satu pesan moral ibadah shaum yang utama ialah kita dilarang memakan makanan yang haram. Bahkan makanan halal pun tidak boleh kita makan sebelum datang waktunya yang tepat. Jadi janganlah kita sembarang makan. Jangan asal makan saja. Kita mesti memperhatikan apa yang kita makan itu.

Shaum juga mengajarkan bahwa walaupun harta itu milik kita, tapi kita tidak boleh mamakannya sebelum datang waktunya yang tepat. Kita yang memperoleh penghasilan yang berlebih berkewajiban menyantuni orang-orang yang miskin.

Ingatlah, kata Jalaluddin, Rasulullah SAW selalu berdoa seusai menunaikan salat fardhu di bulan puasa, yang antara lain doanya begini : “Ya Allah, masukkanlah rasa bahagia kepada penghuni kubur/Ya Allah, kayakanlah semua orang-orang yang miskin/Ya Allah, kenyangkanlah orang-orang yang lapar/Ya Allah, berilah pakaian orang-orang yang telanjang/Ya Allah, bayarkaan utang orang-orang yang berutang/ Ya Allah, bebaskan kesulitan orang yang mendapat kesulitan…..”

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

LANGKAH pertama yang harus kita lakukan dalam menyambut Ramadhan ini adalah melakukan evaluasi terhadap bulan-bulan Ramadhan yang telah berlalu dan sukses kita lalui. Evaluasi yang dilakukan antara lain apakah kita telah mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum memuaskan dan perlu diperbaiki. Evaluasi ini apabila dilakukan lebih cepat akan lebih baik.

Dengan demikian kita mempunyai waktu yang agak longgar dalam membuat perencanaan Ramadhan yang akan datang. Terlebih lagi kegiatan penyambutan Ramadhan justru telah dimulai pada bulan Rajab sebagaimana disirat oleh doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Kemudian kita disunnahkan berpuasa di beberapa hari pada bulan Sya’ban sebagai ungkapan rasa gembira atas datangnya bulan mulia dan penuh rahmat itu.

Rencanakan apa yang kamu lakukan, lakukan apa yang kamu rencanakan! Kita jarang membuat perencanaan ibadah yang kita lakukan. Semua dibuat mengalir begitu saja tanpa adanya manajemen ibadah yang baik. Akibatnya, ibadah yang kita lakukan tidak mendapat hasil yang baik karena tidak direnca-nakaan dengan baik. Shalat tidak mencapai khusyu’, zakat tidak maksimal, puasa tidak mencapai takwa dan haji tidak mabrur.

Kata Imam Ali ra: “Kebenaran yang tidak dilakukan secara sistematis akan dikalahkan oleh kebatilan yang sistematis.” Oleh karena itu, kita harus merencanakan terlebih dahulu ibadah-ibadah yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan dalam rangka meneladani Rasulullah SAW yang meningkatkan beberapa aktivitas menjelang Ramadhan, seperti memperbanyak sedekah dan berpuasa sunnah.

Kegiatan di waktu malam Ramadhan hendaknya kita dapat mengisinya dengan melakukan Qiyamul Lail. Sebaik-baik nikmat setelah Islam adalah nikmat menyendiri bersama Allah SWT. Menegakkan salat dan berzikir di hadapan-Nya jauh lebih baik daripada tidur. Setiap detik di bulan Ramadhan begitu berharga untuk disia-siakan dengan kegiatan yang tidak berfaedah. Alangkah baiknya setiap detik diisi dengan dzikir, setiap tarikan nafas adalah takbir. Selain rencanakan juga untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Contohnya, berapa halaman anda membaca Al-Qur’an setiap hari agar khatam dalam satu bulan.

Bulan Ramadhan adalah juga bulan sedekah. Nabi Muhammad SAW yang dikenal penyantun meningkatkan volume sedekahnya pada bulan suci ini. Berinfaqlah dan jangan pernah takut miskin karena Allah SWT yang kaya tidak pernah kehabisan memberikan rezeki kepada orang yang berinfaq. Allah SWT berfirman:

“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) serta kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah : 245)

Bulan Ramadhan adalah bulan rahmah, maghfirah (ampunan) dan ‘itqu minannar (pembebasan dari neraka). Pada bulan ini pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya. Oleh karena itu, mari tekadkan dalam diri untuk meminta ampunan Allah atas semua kesalahan yang telah lalu. Perbanyaklah istighfar dan bertobatlah dengan tobat nasuha.

Ibadah favorit dalam bulan Ramadhan lainnya adalah i’tikaf. i’tikaf di bulan Ramadhan sangat dianjurkan terutama pada 10 hari terakhir. Seorang yang i’tikaf tidak keluar masjid kecuali karena darurat. Masukkan i’tikaf ke dalam rencana Ramadhan kali ini.

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan untuk meningkatkan hubungan antarsesama manusia. Pada bulan ini kita dianjurkan membuka pintu maaf sebesar-besarnya. Hal ini merupakan pencerminan dari sifat Allah yang membuka pintu ampunan dan tobat bagi semua hambanya.

Hendaknya pada bulan ini kita dapat memaafkan orang lain, meminta maaf jika ada kesalahan dan menghubungkan silaturrahim yang terputus. Perbanyaklah usaha untuk membahagiakan orang tua, apalagi kalau mereka sudah tua dan lanjut usia.

Terakhir, seriuslah untuk meraih Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang bangun di waktu malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

AYAT ini (QS Al-Baqarah 183) mengisyaratkan bahwa puasa akan mengantarkan kita pada ketakwaan jika dilakukan atas dorongan keimanan. Amal-amal Ramadhan akan bermakna dan berpengaruh jika didasari oleh keimanan. Sayangnya, justru disinilah yang menjadi kelemahan selama ini. Prosesi, ritual dan aktivitas Ramadhan sering tidak didasari oleh iman. Puasa dijalankan karena alasan sudah menjadi tradisi, bukan karena keimanan dan harapan akan ridha-Nya.

Maka sudah saatnya kita berpuasa, salat, tadarus, tahajud dan ibadah lainnya hanya untuk berkhidmat kepada Allah SWT. Jangan sampai cita-cita untuk berkhidmat kepada-Nya menjadi pupus karena terjebak dalam kehidupan hedonis dan konsumtif demi kesenangan diri semata.

Editor : Bedjo
Sriwijaya Post – Jumat, 6 Juli 2012

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: