Jawaban Anggota Badan

Bismillah

Bagaimanapun kita tak dapat menolak. Entah kapan datangnya, dimana dan bagaimana, bahwa ruh (nyawa) yang ada pada tubuh (badan) kita ini, pasti akan berpisah dengan badan kita. Itulah yang dinamakan mati, dan ia pasti akan menemui kita. Ingatlah firman Allah SWT:

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.” (QS. Al-Jumu’ah: 8)

Oleh karenaitulah jangan sekali-kali kita mengharap-harapkan kedatangannya, dan jangan pula kita takut akan maut. Sebab Allah sudah menetapkan akan kedatangannya itu kepada kita, dengan waktu yang tak dapat ditawar lagi, tak dapat dimajukan dan tak dapat diundur. Kalamullah menegaskan:

Artinya: “Maka apabila telah tiba waktu (yang ditetapkan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (QS. An-Nahl: 61)

Disebutkan dalam riwayat, jika Allah SWT akan mencabut ruh seorang hamba, maka datanglah malaikat maut di sisi mulutnya. Maka keluarlah Dzikir dari mulutnya, dan ia mengatakan: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini.” Oleh karena itu, menjadi lamalah mulut seorang hamba itu dalam berdzikir kepada Allah.

Maka malaikat maut kembali kepada Allah SWT, ia melaporkan keadaan seorang hamba seperti itu. Lalu Allah SWT memerintahkan: “Cabutlah dari arah yang lain.”

Malaikat maut lalu mendatangi dari sisi tangan seorang seorang hamba itu, namun keluarlah dan berkatalah tangan: “Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa. Sebab ia bersedekah dengan aku, mengusap anak yatim dengan aku, begitu pula menulis dengan kalam juga dengan aku.”

Selanjutnya, malaikat itu datang ke sebelah kaki, dan kaki berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arahku, sebab ia berjalan dengan aku untuk berjema’ah dan berhari raya serata majelis-majelis ilmu dan belajar.”

Malaikat lantas mendatangi ke sisi telinga, telinnga itu berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arahku, sebab ia mendengarkan Al-Qur’an, suara adzan, dan dzikir dengan aku.”

Malaikat lantas mendatangi kedua mata. Maka kedua mata itu mengatakan: “Tidak ada jalan bagimu dari arah kami. Sebab ia melihat dengan kami kepada mushaf-mushaf, wajah-wajah para alim ulama, kedua orang tua dan para shalihin.”

Akhirnya malaikat maut kembali kepada Allah SWT seraya berkata: “Wahai Tuhanku, bahwasanya hamba-Mu berkata demikian…. demikian…..”

Maka Allah SWT memberikan jawaban: “Wahai malaikat maut, gantungkanlah nama-Ku pada telapak tanganmu, dan perlihatkanlah kepada ruhnya seorang hamba-Ku sehingga ia melihatnya.”

Kemudian ia pergi dan menulis nama Allah pada telapak tangannya, dan ia memperlihatkannya kepada ruhnya seorang hamba. Maka terkabullah, dan keluarlah ruh seorang hamba dengan berkat nama Allah. Oleh karenanya, seorang hamba melemparkan pahitnya putusnya ruh (waktu naza’). Adakah seorang hamba itu tidak melemparkan akan siksa yanga sangat ketika nama Allah di tulis pada dada mereka. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Maka adakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapatkan cahaya dari Tuhannya.” (QS. Az-Zumar: 22)

Disebutkan dalam hadits: “Lima perkara merupakan bisa yang mematikan dan lima perkara yang lain adalah resepnya:

1. Dunia adalah bisa yang mematikan, zuhud adalah resepnya.
2. Harta adalah bisa yang mematikan, zakat adalah resepnya.
3. Ucapan adalah bisa yang mematikan, Zikrullah adala resepnya.
4. Seluruh umur adalah bisa yang mematikan, taat adalah resepnya.
5. Seluruh tahun adalah yang bisa mematikan, Bulan Ramadhan adalah resepnya.

Disebutkan dalam riwayat, apabila seorang hamba sudah sampai pada naza’, maka menyeruhlah Zat penyeruh dari sisi Allah: “Tinggalkanlah ia sampai istirahat satu jam.” Demikian pula jika ruh itu sudah sampai kedua lutut dan pusar. Dan jika sudah sampai pada kerongkongan, maka datanglah panggilan: “tinggalkanlah ia sampai anggota-anggota badan itu minta izin berpisah dengan anggota badan lainnya.”

Maka, mata minta izizn berpisah kepada mata. Sewaktu berpisah ia mengatakan:

“ASSALAMU’ALAIKUM ILAA YAUMILKIYAAMA = Keselamatan bagimu samapi hari kiamat.”

Demikan pula dua tangan, dua kaki, dan berpisah ruh dengan jiwa. Maka kita mohon perlindungan kepada Allah akan pisahnya iman dari lisan, kita mohon perlindungan Allah akan berpisahnya ma’rifat dan iman dalam hati.

Maka tinggallah keda tangan tidak bergerak; kedua kaki tidak bergerak; kedua mata tidak melihat; kedua telinga tidak mendengar; dan satu tubuh yang tidak bernyawa.

Dan tinggal mulut tidak iman dan hati tidak ma’rifat, maka bagaimana keadaan seorang hamba dalam kubur, ia tidak berjumpa dengan seorangpun. Tidak ayah, tidak ibu, tidak anak-anak, tidak saudara, tiada teman dan sahabat, tidak ada hamparan, dan tiada tutup. Maka jika ia tidak melihat Tuhan yang Maha Mulia, sungguh merugilah ia dengan kerugian yang amat besar. Imam Abu Hanifah RA berkata: “Kebanyakkan sesuatu yang merusak iman dari seorang hamba adalah di waktu naza’.

Semoga Allah SWT menjaga kita sekalian dari rusaknya iman.

Jawaban Ruh

Diriwayatkan dalam riwayat, bahwa malaikat maut sewaktu akan mencabut ruh (nyawa) seorang mukmin, maka berkatalah ruh: “Aku tidak akan ikut selagi engkau belum diperintahkan untuk urusan itu.”

Kemudian ruh menuntut alamat dan tanda-tanda sambil berkata: “Sesungguhnya Tuhanku telah menjadi aku dan memasukkan ruh ke dlam tubuhku, dan pada waktu itu engkau tidak ada. Adapun sekarang engkau akan mengambil aku.”

Maka kembalilah malaikat maut kepada Allah SWT, dan brkatalah Allah SWT: “Apakah engkau sudah ruhnya hamba-Ku?” Jawabnya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba-Mu berkata seperti itu….. dan ia menuntut alamat (tanda-tanda) kepadaku.

Maka Allah SWT berkata: “Sungguh benar hamba-Ku.” Lalu Allah SWT berkata: “Wahai malaikat maut, pergilah ke surga, ambillah Tufah dan itulah tanda-tanda Ku, dan perlihatkanlah kepada ruh hamba-Ku.”

Malaikat maut lantas berangkat ke surga dan mengambil tufah yang di atasnya tertulis:

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Setelah Tufah itu diperlihatkan oleh Allah kepada ruhnya seorang hamba, maka keluarlah ruh itu dengan cepat, enak, dan menjadi bersih.

Sumber: Judul buku, berita Ghaib dan Alam Akhirat
Penyusun: M Ali Chasan Umar

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: