Memaknai Peran Ibu

Oleh: Isminarti, SE
Guru di Sekolah Islam Terpadu Al Bina Pangkalpinang

“Hari Ibu yang selalu di gaungkan setiap akhir Desember, hendaknya jangan sekedar rutinitas yang tanpa makna, disinilah momentum setiap kita untuk memberikan apresiasi kepada setiap Ibu”

“DAN Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman: 14)

Sudah begitu banyak kisah dan bukti yang menyiratkan pada sejarah hidup manusia bahwa kedudukan orang tua begitu berpengaruh pada garis kehidupan seseorang. Ini dikarenakan karena posisi kedua orang tua yang begitu mulia, mulai perjuangannya menjaga kita sebagai calon penghuni dunia ketika masih berada di dalam kandungan, kemudian membesarkan kita ketika lemah dan tanpa daya, hingga akhirnya menjadi remaja dan dewasa.

Begitu mulianya orang tua, terutama ibu, hingga suatu saat pernah ditanyakan kepada rasulullah tentang siapa orang yang paling berhak untuk menerima bakti seorang anak, maka rasulullah menjawab “ibumu” hingga tiga kali, kemudian baru Rasulullah mengatakan “ayahmu”.

Berbakti pada orang tua merupakan kebaikan-kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya, kebaikan tersebut mencakup dzahiran wa batinan dan hal tersebut didorong oleh nilai-nilai fitrah manusia. Wajibatul walid (kewajiban orang tua) ialah mempersiapkan anak-anaknya agar berbakti kepadanya. Sabda Rasulullah “Allah merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk bisa berbakti kepadanya”.
Keutamaan Berbakti pada Orang tua

1. Amal yang paling dicintai disisi Allah SWT
Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra disebutkan dalam hadits tersebut bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah sholat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua dan jihad fi sabilillah. Ini berarti diantara dua amal yang paling dicintai Shalat tepat waktu dan jihad fisabilillah tidak berarti jika durhaka kepada orang tua. Ini dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat untuk berjihad dijalan Allah karena belum mendapat ridha orang tua. Akhirnya Rasulullah perintahkan sahabat tersebut untuk segera pulang memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.

2. Bakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi
Seseorang anak tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Sebagaimana dalam Quran Surat luqman diatas, bahwa orang tua khususnya ibu telah mengasuh kita smenjak kita belum terlahir ke dunia, kemudian membesarkan kita hingga menjadi seperti saat ini. Dan sehebat apapun manusia tersebut, ia takkan mampu membalas atas apa-apa yang telah di berikan orang tuanya.

Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apapun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan, terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dalam hal ini Rasulullah mengingatkan kaum muslimin, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau bersabda:,

“Hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah.” Beliau ditanya: “Ya Rasulullah, siapa?” Jawabnya, “Orang yang mendapatkan kesempatan baik untuk membantu kedua orang tuanya di masa tuanya, baik salah satunya maupun kedua-duanya, tetapi ia gagal mendapatkan dirinya masuk surga.”

Berbakti pada Ibu
Rasulullah sudah yatim sejak dilahirkan, karena ayahnya wafat ketika ia masih dalam kandungan ibunya. Dalam usia enam tahun, kepedihannya bertambah setelah ibunya wafat menyusul ayahnya. Muhammad kecil diasuh oleh kakek, kemudian berpindah lagi kepada pamannya, Abu Thalib.

Meskipun hanya beberapa tahun berada dalam dekapan ibunya, Rasulullah merasakan benar kasih sayangnya. Kenangan manis bersama ibunda sangat membekas, melahirkan sifat kasih dan hormat, terutama kepada kaum ibu. Kepada ibu-ibu yang pernah menyusuinya, beliau memberikan penghormatan dan penghargaan yang setingi-tingginya.

Islam memberikan perhormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, adalah Umar bin Khathab seorang anak yang sangat hormat kepada ibunya, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya.

Dalam hal makan, misalnya, ia tidak pernah makan mendahului ibunya. Ia bahkan tak berani makan bersama-sama dengan ibunya, sebab ia khawatir akan mengambil dan memakan hidangan yang tersedia di meja, sementara ibunya menginginkan makanan tersebut. Baginya, seorang ibu telah mendahulukan anaknya selama bertahun-tahun ketika sang anak masih kecil dan lemah.

Dengan alasan apapun, orang tua, terutama ibu harus mendapatkan penghormatan dan pelayanan yang utama. Sesibuk apapun, sesulit apapun, ibu harus tetap dihormati dan dilayani. Ketika ia memanggil, maka pangilannya harus segera dijawab. Yang menghalangi panggilan ibu untuk tidak dijawab hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang menjalankan shalat fardhu. Di luar itu, semua panggilan ibu harus dijawab. Misalnya, seorang yang sedang mengerjakan shalat sunnah, tiba-tiba sang ibu memanggil, maka panggilan ibu hendaknya dipenuhi terlebih dahulu. Shalat sunnah untuk sementara dibatalkan, untuk memenuhi panggilan ibu.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi anak mengabaikan panggilan ibunya. Ketika sang ibu menahan rindu kepada anaknya, sedang ia menelpon agar anaknya pulang, maka anak yang shalih akan mengusahakan dengan segenap daya untuk memenuhi panggilannya. Apalagi jika sang ibu sedang sakit atau sedang membutuhkan bantuan. Hari Ibu yang selalu di gaungkan setiap akhir desember, hendaknya jangan sekedar rutinitas yang tanpa makna, disinilah momentum setiap kita untuk memberikan apresiasi kepada setiap Ibu.

Bagi kita yang masih memiliki ibu, tentu sebaiknya tak menyia-yiakan waktu untuk berbakti padanya, dan jikapun sebagian kita ada yang ibunya telah menghadap Allah, tentu doa anak yang sholeh/sholehah adalah pilihan terbaik yang dapat memberatkan timbangan amalnya di akhirat.(*)

Editor : dedypurwadi
Sumber : bangkapos.com
bangkapos.com – Jumat, 23 Desember 2011 10:29 WIB

Kritik dan Saran Bisa Anda Sampaikan pada Kolom Komentar di Bawah. Terima Kasih Kunjungannya Saudaraku

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: