Takut Adzab Neraka.

ALLAH mengancam atas orang-orang kafir, dzalim dan durhaka kepada-Nya dengan adzab neraka jahanam, yaitu tempat terburuk dan paling menyakitkan untuk kembali.

Dikisahkan oleh seorang Sufi, ada seorang laki-laki shaleh dan taat beribadah terhenti perjalanannya di tengah hutan sebab turun hujan lebat. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanannya dan mencari tempat berteduh dan menginap. Pada saat mencari tempat berteduh didapatinya sebuah gua dan masuklah dia kedalamnya. Di dalam gua tersebut dijumpainya api unggun yang menyala dan ternyata sudah ada seorang perempuan cantik yang sedang berteduh dan dialah yang membuat api unggun tersebut.

Laki-laki tersebut terkejut dan berkata dalam hatinya. Saya dihadapkan pada dua pilihan yang amat sulit, jika saya lanjutkan perjalanan tidak aman atas jiwaku, namun jika saya harus menginap di sini saya harus berperang melawan hawa nafsuku untuk tidak mendekati perempuan apalagi menyentuh dan menzinahinya.

Akhirnya dia memutuskan untuk menginap dengan terus mewaspadai hawa nafsunya. Sebagai laki-laki normal terlintas hati untuk mendekati perempuan itu, namun sebagai hamba yang shaleh dia takut Allah murka dengan mengadzabnya dengan neraka jahanam. Pada malam itu laki-laki tersebut menghabiskan waktunya dalam keadaan waspada terhadap hawa nafsunya dengan mengancamnya:

“Hai hawa nafsu apakah kau tidak takut dengan siksa Allah, dengan panasnya api neraka? Jika kamu mampu meredam panasnya api neraka, maka aku ijinkan keinginanmu terhadap wanitu itu, karena panasnya api neraka itu lebih dahsyat dari api unggun ini.”

Ketika nafsu itu mengganggunya dia mulai membakar jari kelingkingnya hingga menghitam, karena kesakitan lalu ditarik jarinya dari api itu. Lalu dia berbicara lagi dengan nafsunya:

“Hai nafsu, ternyata kau tak mampu melawan dan meredam api dunia, maka jangan coba-coba melawan api akhirat.”

Begitulah laki-laki itu bermalam di gua itu, setiap terlintas niat jahat terhadap wanita itu dia sodorkan jari berikutnya untuk dibakar sampai datang waktu pagi tiba, sehingga lima jari-jarinya semuanya terbakar.

Begitulah sikap orang beriman yang shalei yang berjuang melawan hawa nafsunya dan mampu mengalahkannya. Rasa takutnya terhadap murka Allah dan dahsyatnya siksa neraka itulah yang membuat dia berhasil menundukkan hawa nafsunya.

“Dan orang-orang kafir kepada Tuhannya, memperoleh adzab jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan kedalamnya mereka mendengar suara mereka yang mengerikan, sedang mereka itu menggelegak, hampir-hampir mereka terpecah-pecah lantaran marah.” (QS. Al-Mulk : 6-9)


About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: