Hikmah Dibalik Silaturahmi.

Rahmat dan kasih sayang Allah akan menjauh bila tali silaturahmi sudah terputus di antara kita. Rasulullah SAW bersabda;

“Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan tali silaturahmi.”

Seorang sahabat yang bernama Abu Afwa pernah berkisah. Ketika itu, kata Abu Afwa, kami sedang berkumpul dengan Rasulullah. Tiba-tiba beliau bersabda;

“Jangan duduk bersamaku pada hari ini orang yang memutuskan tali silaturahmi.”

Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan Rasul. Rupanya sudah lama dia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia segera meminta maaf kepada bibinya tersebut, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali ke majelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang.

Saudarku, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebencian dan permusuhan. Perhatikan keluarga kita, kaum yang paling kecil di masyarakat. Bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidaksaling tegur sapa, saling menjauh, apalagi kalau di belakang sudah saling hujat dan memfitnah, maka rahmat Allah akan menjauh dari rumah tersebut.

Dalam skala yang luas, dalam lingkup sebuah negara. Bila di dalamnya sudah ada kelompok yang sudah salinng jegal, saling fintnah, saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bangsa tersebut akan semakin jauh dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Dari sini bisa kita pahami kenapa Rasul tidak menoleransi sekecil apapn perbuatan yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, sebab prasangka itu sedusta-dustanya cerita. Jangan pula menyelidiki, memata-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasut, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Ini sangat penting. Sebab, bagaimana pun besarnya ummat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya, laksana buih dilautan yang mudah diombang-ambing gelombang, bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerjasama untuk taat kepada Allah. Wallahu’alam bis-shawab

(Disadur dari tulisan KH. Abdullah Gymnastiar)

Rahasia Silaturahmi

Tahukan kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? ‘Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,’ sabda Rasulullah SAW:

“adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi. Sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan.” (HR. Ibnu Majah)

Silaturahmi tidak sekedar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata silaturhami itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berati kasih sayang. Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda:

“Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa silaturahmi tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh, namun harus melibatkan pula aspek hati. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan bahasa hati, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu daripada dilakukan orang lain pada kita.

Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi kalau kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita atau seseorang yang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya. Dalam sebuah hadits diungkapkan:

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar daripada shalat dan shaum?” tanya Rasulullah pada para sahabat. “Tentu saja,” jawab mereka. “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudar-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shaleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin diperpanjang umurnya dan diperluas rezekinya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari sini terlihat jelas, betapa pentingnya menyambung tali silaturahmi dan memperkuat nilai persaudaraan tersebut. Betapa tidak! dengan silaturahmi maka akan terjalin rasa kasih sayang dengan sesama manusia, bahkan dengan makhluk Allah lainnya. Bila ini terjadi maka rahmat dan kasih sayang Allah pun akan turun dan menaunngi hidup kita. Wallahu’alam bs-shawab

Kirimlah Hadiah dan Jauhi Perdebatan

Nabi Muhammad SAW sudah mengisyaratkan bahwa berkiriman itu akan menambah rasa sayang dan memang kenyataannyapun demikan. Bila ada yang berkirim sesuatu yang bermanfaat bagi kita, pada umumnya akan senang hati dan merasa hutang budi, cenderung lebih memaafkan dan mempererat hubungan. oleh karena itu, kita harus memiliki program pengadaan dana untuk hadiah kepada orang tua, tetangga, kawan dekat, dan siapapun yang harapkan dapat bersinergi dalam ukhuwah ini. Tentu saja semunya ini harus terjaga, keikhlasannya. Biasakanlah setiap kali memiliki makanan, tetanggapun ikut menikmatinya. Jauh sangat lebih baik kita makan hanya separuh dari makanan sendiri dan sebagian yang lain menikmati saudara seiman lainnya daripada kenyang sendiri dan orang lain tidak mendapatkan apapun.

Jujur saja sebetulnya perdebatan yang banyak terjadi tampaknya bukan sedang mencari kebenaran tapi lebih dekat mencari kemenangan pendapatnya sendiri, hal ini tampak dari cara dan bentuk percakapan yang lebih menjurus padda berbantah-bantahan secara emosi, kata yang salingg menyerang dan bau permusuhan saling menyudutkan, jauh dari cara kajian ilmiah yang penuh etika. Maka sekiranya kita ada dalam situasi yang tidak sehat ini menghindar dari berdebat bukanlah suatu tindakan menghindari kebenaran, melainkan menghindar dari peluang bangkit dan berkobarnya suatu permusuhan, berpalinglah dan carilah topik bahasan yang lebih mempersatukan. tentu saja bukan tidak boleh megadakan diskusi pemecahan masalah, namun harus didasari kesiapan mental yang baik, kesiapan ilmu yang memadai, dan kesiapan mendengar serta berbicara yang baik pula, Insya Allah akan datang petunjuk Allah dalam mencari kebenaran.

Sumber:
Buletin Jumat Insan Mulia

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

One Response to Hikmah Dibalik Silaturahmi.

  1. Deniece says:

    I do not write a leave a response, but I browsed some
    comments here Hikmah Dibalik Silaturahmi. | KARUNIA ILLAHI.

    I actually do have a couple of questions
    for you if it’s okay. Is it simply me or does it look like a few of these responses appear as if they are written by brain dead folks?šŸ˜› And, if you are writing at additional places, I would like to follow you. Would you make a list of every one of all your social networking sites like your linkedin profile, Facebook page or twitter feed?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: