Daftar Isi Blog

Karunia Illahi

Home Schooling

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Islam menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat penting dan strategis dalam pembentukan generasi. Pembentukan ini bukan bersifat instans (sekali jadi), melainkan harus melalui proses. Disadari bahwa pendidikan merupakan proses dari suatu aktivitas yang punya landasan dasar, serta tujuan yanng terarah secara jelas. Prosesnya berlangsung secara bertahap, berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Sejalan dengan tujuannya, maka pendidikan Islam diarahkan pada upaya sadar dengan mengacu kepada hakikat penciptaan manusia, yakni agar menjadi pengabdi Allah yang setia (QS. Az-Zaariyat: 56). Dengan menggunakan pendekatan ini, maka Islam menempatkan peran kedua orang tua (Ibu-Bapak) sebagai faktor penentu. Sabda Rasulullah SAW:

“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtunyalah yang menjadikan ia seorang Nasrani, Yahudi, atau Majusi.” (Mohammad al-Toumy al-Syaibani, 1987: 141)

Read more of this post

Pusat Latihan

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Allah SWT menciptakan manusia atas fitrah (QS. Ar-Ruum: 30)

Fitra htauhid ini dikenal sebagai fitrah majbulah (fitrah kodrati), yakni ketundukan kepada Sang Maha Pencipta. Agar sikap tunduk (tauhid) ini tidak salah lakon atau menyimpang, Allah SWT menurunkan para utusan-Nya. Para utusan (Rasul Allah) ini membawa risalah ke-Rasulan, yakni ajaran Allah untuk disampaikan kepada manusia. Risalah ke-Rasulan ini disebut fitrah munazzalah (fitrah yang diturunkan).

Islam disebut agama fitrah, karena nilai-nilai ajarannya sejalan dengan tuntuunan fitrah dimaksud. Semua dapat dicermati dari tujuan yang terangkai dalam rukun Islam. Syahadatain ditujukan untuk membebaskan diri muslim dari keterikatan kepada apapun selain dari Allah SWT. Selanjutnya ibadah shalat, ditekankan pada pembebasan diri dari perilaku “keji dan munkar.” Read more of this post

Bulan Istimewa

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Ramadhan memang pantas menyandang sebutan “bulan istimewa.” Bulan ini memang berbeda dengan kesebelas bulan lainnya. Bulan Ramadhan menyatukan empat dari lima rukun Islam. Empat serangkai, yakni syahadatain, shalat, puasa, dan zakat, terkumpul dalam bulan ini.

Dengan demikian selama bulan Ramadhan, para shaimin (mereka yang berpuasa), juga tetap menunaikan kewajiban shalat. Selain itu, ada kewajiban berdzakat bagi yang mampu. Dzakat adalah hak Allah yang diberikan oleh seseorang (yang kaya) kepada orang-orang fakir. Harta itu disebut dengan dzakat karena di dalamnya terkandung penyucian jiwa, pengembangannya dengan kebaikan-kebaikan, dan harapan untuk mendapatkan berkah (Sayyid Sabiq 2: 41). Firman Allah SWT:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan do’akan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Read more of this post

Bulan Ibadah

Bismillah

LEMABANG 2008Oleh : Prof Djalaluddin

Bangsa Arab membari sesuatu nama bagi setiap dari 12 bulan dalam setahun. Dengan adanya nama itu, mereka dapat membedakan antara bulan yang satu dengan bulan berikutnya. Dalam tradisi Arab Jahiliyah, penamaan bulan didasarkan pada peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa itu.

Misalnya bulan pertama disebut Mu’tamar dan bulan kedua adalah Najizan. Bulan Shafar dirujuk dari peringatan hari pasar (kalangan) di Shafariah Yaman. Rabu’ al-Awwal dan Rabi’ al-Akhir bertepatan dengan awal dan akhir musim semi (Rabi’). Selanjutnya, saat tiba musim dingin, dari awal hingga berakhir, digunakan nama Jumada al-Awwal dan Jumada al-Akhirb (Jamad = salju). Sesudah itu ada rentang masa yang oleh masyarakat Jahiliyah mereka harus “meninggalkan” permusuhan. Rentang masa ini dibakukan sebagai nama bulan, Yakni Rajab.

Read more of this post

%d bloggers like this: